Kementerian Agama membuka kesempatan besar bagi pelajar di seluruh Indonesia, termasuk Medan dan Sumatera Utara, melalui OMI Kemenag 2026. Ajang Olimpiade Madrasah Indonesia bidang sains dan riset ini menargetkan peserta dari madrasah maupun sekolah umum pada jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA sederajat. Kompetisi digelar berjenjang dan berpuncak pada perebutan ratusan medali kejuaraan nasional.
Informasi resmi yang dirilis akhir Agustus 2026 menegaskan bahwa gelombang pertama, yakni tingkat kabupaten/kota, sudah dapat diikuti. Bagi orang tua, guru, dan siswa di Kota Medan, momen ini relevan karena jalur seleksi lokal menjadi pintu masuk ke tahap berikutnya tanpa membedakan status madrasah atau sekolah umum.
Jadwal pendaftaran tingkat kabupaten dan kota
Pendaftaran OMI Kabupaten/Kota 2026 berlangsung mulai 27 Agustus hingga 2 September 2026. Rentang waktu tersebut relatif singkat sehingga sekolah dan madrasah di Medan disarankan segera memetakan calon peserta, menyiapkan dokumen, dan mengisi formulir sesuai ketentuan panitia setempat.
Setelah tahap kota atau kabupaten, peserta yang lolos akan melaju ke seleksi lebih tinggi hingga kejuaraan nasional. Kemenag menyediakan total 330 medali kejuaraan nasional untuk jenjang MI hingga MA dan sederajat, sehingga kompetisi dipastikan ketat di setiap cabang.
Siapa saja yang boleh ikut serta
OMI tidak hanya diperuntukkan bagi siswa madrasah. Peserta didik sekolah umum pada jenjang yang setara juga dapat mendaftar, sepanjang memenuhi persyaratan usia atau kelas yang ditetapkan panitia. Pendekatan inklusif ini membuka ruang kolaborasi antara lembaga pendidikan di bawah Kemenag dan Kemendikbudristek di wilayah Sumut.
Di Medan, banyak madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah serta SD, SMP, SMA sederajat yang selama ini aktif mengirim wakil ke olimpiade sains. Dengan dibukanya OMI 2026, pembina olimpiade di sekolah dapat menyesuaikan jadwal try-out internal agar bertepatan dengan batas akhir pendaftaran tingkat kota.
Sebelas cabang sains terintegrasi per jenjang
OMI Bidang Sains Terintegrasi memuat 11 cabang yang dikelompokkan menurut jenjang. Untuk MI/SD/sederajat tersedia Matematika dan IPAS. Jenjang MTs/SMP/sederajat mencakup Matematika, IPA, dan IPS. Sementara MA/SMA/sederajat menghadirkan enam bidang: Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, serta Geografi Terintegrasi.
Konsep “terintegrasi” pada jenjang atas menuntut peserta memahami keterkaitan materi dengan konteks keilmuan dan nilai yang diajarkan di madrasah maupun sekolah umum. Guru di Medan dapat memanfaatkan kisi-kisi resmi dari laman OMI Kemenag untuk menyusun modul latihan yang sesuai cabang pilihan siswa.
- MI/SD: Matematika, IPAS
- MTs/SMP: Matematika, IPA, IPS
- MA/SMA: enam bidang sains dan sosial terintegrasi
Persiapan singkat bagi sekolah di Medan dan Sumut
Karena jendela pendaftaran tingkat kabupaten/kota hanya beberapa hari, kepala madrasah dan kepala sekolah di Medan perlu menunjuk koordinator olimpiade, mengumpulkan data siswa potensial, serta memastikan koneksi ke sistem pendaftaran yang ditunjuk Kemenag. Verifikasi data peserta didik dan surat rekomendasi sekolah biasanya menjadi syarat administratif yang sering terlewat jika disiapkan mendadak.
Secara substansi, latihan soal lintas cabang, simulasi waktu pengerjaan, dan diskusi kelompok terbimbing membantu menekan kecemasan peserta baru. Bagi jenjang SMA/MA, penekanan pada integrasi konsep—bukan hafalan semata—akan lebih selaras dengan format lomba yang diumumkan panitia.
Dengan 330 medali nasional yang diperebutkan, OMI Kemenag 2026 menjadi tonggak penting penguatan budaya sains di lingkungan madrasah dan sekolah umum. Pelajar Medan yang lolos seleksi kota berpeluang membawa nama daerah hingga panggung nasional, sambil memperkaya portofolio akademik mereka.
Orang tua dan pembina disarankan memantau pengumuman lanjutan di kanal resmi OMI Kemenag terkait teknis ujian, lokasi seleksi, dan jadwal tahap provinsi agar tidak ketinggalan setelah penutupan pendaftaran 2 September 2026.
Sumber: Sindo News.
