BREAKING
Indeks
Nasional

Bantuan Kemanusiaan 19 Ton Diberangkatkan untuk Korban Gempa NTT

Solidaritas nasional kembali terlihat saat bantuan gempa NTT sebanyak 19 ton diberangkatkan dari Depok, Jawa Barat, pada Kamis (11/9/2026). Kiriman itu ditujukan bagi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan pascabencana di Nusa Tenggara Timur. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, aksi ini mengingatkan pentingnya gotong royong lintas daerah saat saudara sebangsa terdampak musibah.

Bantuan disiapkan Citra Borneo Indah (CBI) Group bersama Abdul Rasyid Foundation. Penyaluran dipercayakan kepada LAZNAS YAKESMA agar kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak dapat dipenuhi secara lebih terarah dan terukur.

Komposisi bantuan yang dikirim ke NTT

Paket yang diberangkatkan mencakup kebutuhan mendesak sehari-hari. Isinya antara lain obat-obatan, susu bayi, beras, minyak goreng, gula, terpal, serta selimut. Rangkaian barang tersebut dipilih untuk menopang aspek pangan, kesehatan, dan perlindungan hunian sementara.

Pengiriman dilakukan melalui kombinasi jalur darat dan laut. Setelah tiba di lokasi, barang akan diterima tim Disaster Risk Management (DRM) bersama relawan LAZNAS YAKESMA sebelum dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Peran dunia usaha dalam penyaluran

Owner CBI Group, Nicky Pitaloka, menegaskan kerja sama dengan LAZNAS YAKESMA menjadi jalur resmi distribusi. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan lembaga penyalur agar bantuan sampai ke korban gempa dan bermanfaat meringankan beban masyarakat.

Keterlibatan perusahaan swasta dan lembaga filantropi dinilai penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar. Model kolaborasi semacam ini juga kerap menjadi rujukan saat daerah lain, termasuk Sumatera Utara, merespons bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Komitmen lembaga penyalur di lapangan

CEO LAZNAS YAKESMA, Romdlon Hidayat, mengapresiasi kepercayaan CBI Group. Lembaga tersebut berkomitmen menyalurkan bantuan secara profesional, tepat sasaran, dan memastikan barang benar-benar diterima pihak yang berhak.

Di titik distribusi, tim lapangan akan memverifikasi kebutuhan warga terdampak. Langkah itu dimaksudkan agar obat, pangan, serta perlengkapan hunian dasar tidak menumpuk di satu titik, melainkan merata sesuai prioritas.

Dampak bagi pemulihan warga pascabencana

Fokus bantuan diarahkan pada tiga hal utama: kecukupan pangan, dukungan kesehatan, dan perlindungan hunian dasar. Kombinasi itu diharapkan membantu warga bertahan pada fase kritis sambil menunggu pemulihan infrastruktur dan layanan publik berjalan lebih stabil.

  • Pangan pokok dan bahan dapur untuk kebutuhan harian
  • Obat-obatan serta susu bayi bagi kelompok rentan
  • Terpal dan selimut sebagai dukungan hunian sementara

Penyaluran dari Depok ke NTT ini menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor. Dengan volume 19 ton dan mekanisme distribusi yang jelas, bantuan diharapkan memberi efek langsung bagi keluarga yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok setelah gempa.

Masyarakat Medan yang ingin mengikuti perkembangan serupa dapat mencermati pola kerja sama dunia usaha, yayasan, dan lembaga kemanusiaan. Transparansi penyaluran serta ketepatan sasaran tetap menjadi kunci agar solidaritas nasional benar-benar terasa di lapangan.

Sumber: Republika.

Tag: bantuan gempa NTT, CBI Group, LAZNAS YAKESMA, kemanusiaan, Nusa Tenggara Timur, bencana alam, solidaritas nasional