BREAKING
Indeks
Olahraga

Al Ghazali Perkuat Ambisi Drifting Sevenspeed Usai Gandeng Pro7

Al Ghazali drifting kian menjadi sorotan di luar panggung hiburan. Putra musisi Ahmad Dhani itu menegaskan komitmennya pada olahraga otomotif dengan membesarkan tim Sevenspeed, bukan sekadar hobi sampingan. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara yang mengikuti dunia balap tanah air, langkah ini menandai pergeseran fokus selebritas ke kompetisi yang menuntut disiplin teknis.

Di Jakarta, Al menyampaikan bahwa kiprahnya bersama Sevenspeed diarahkan pada target yang lebih terukur. Ia ingin timnya tampil kompetitif di level nasional sambil membuka ruang unjuk kemampuan di ajang yang lebih luas, termasuk peluang internasional jika persiapan dan hasil lintasan mendukung.

Dari panggung hiburan ke lintasan drifting

Perjalanan Al di dunia hiburan sudah dikenal luas, namun perhatiannya pada drifting tumbuh seiring pembentukan dan pengembangan Sevenspeed. Tim tersebut menjadi wadah formal agar latihan, setelan mobil, dan kalender balap dikelola lebih rapi. Pendekatan ini membedakan aktivitasnya dari sekadar penampilan sesekali di trek.

Keseriusan itu tercermin dari cara ia membicarakan prestasi. Podium bukan lagi wacana longgar, melainkan sasaran yang ingin dikejar melalui konsistensi kompetisi. Optimisme juga disuarakan terkait kemampuan tim memberi kejutan di sejumlah putaran yang diikuti.

Kolaborasi Sevenspeed dengan Pro7 Autolighting

Dukungan baru datang lewat kerja sama dengan Pro7 Autolighting. Bagi Al, ini merupakan kolaborasi perdana antara Sevenspeed dan merek tersebut. Ia menyinggung kesamaan angka “7” pada kedua nama sebagai detail ringan, sambil menekankan harapan agar kemitraan membawa hasil konkret di lintasan.

“Ini adalah kolaborasi pertama saya, Sevenspeed dengan Pro 7. Mungkin kita juga punya kesamaan di sini, kita ada 7-nya, cuman mungkin mereka lebih Pro. Jadi itu saja sih, mungkin kita akan membawa ini, kita bakal kasih kejutan banyak dan Insyaallah kita juga tidak akan mengecewakan. Kita akan bawa piala,” ujar Al.

Pernyataan itu menegaskan arah tim: bukan hanya hadir di grid, tetapi mengejar trofi. Dukungan mitra diharapkan menopang kebutuhan operasional ketika intensitas balap meningkat.

Alasan teknis dari trek malam di Purwokerto

Pemilihan mitra penerangan tidak lepas dari pengalaman lapangan. Al menuturkan bahwa saat bertanding di Purwokerto, sesi malam berlangsung di jalur yang sangat gelap. Kondisi itu membuat kebutuhan sistem lampu yang memadai terasa mendesak agar pengemudi tetap leluasa membaca aspal dan menjaga kontrol saat drift.

“Itu menjadi alasan yang kuat juga. Kemarin kita main di Purwokerto, itu sempat kita main malam, emang track-nya gelap banget. Terus kebetulan kayaknya kita butuh sesuatu yang baru yang untuk penerangan, untuk bisa membantu main di malam hari. Jadi itulah kita memilih Pro 7,” katanya.

Penjelasan tersebut menempatkan kolaborasi pada ranah praktis: penerangan sebagai bagian dari keselamatan dan performa, bukan sekadar atribut sponsor. Di kompetisi drifting, visibilitas malam hari sering menentukan stabilitas sudut drift dan timing koreksi gas-rem.

Target podium dan peluang unjuk gigi lebih luas

Dengan fondasi tim dan dukungan teknis, Al menempatkan podium sebagai acuan prestasi. Sevenspeed diarahkan agar mampu bersaing di kalender nasional, lalu memanfaatkan momentum hasil bagus untuk menjajaki kesempatan di level yang lebih tinggi. Ia optimistis kejutan positif bisa datang jika persiapan matang dan eksekusi di lintasan konsisten.

  • Fokus utama: kompetisi drifting bersama Sevenspeed
  • Mitra teknis: Pro7 Autolighting untuk kebutuhan penerangan
  • Pemicu kerja sama: pengalaman trek malam yang gelap di Purwokerto
  • Sasaran: podium, trofi, dan ruang tampil lebih luas

Bagi penggemar otomotif di Medan, perkembangan selebritas yang serius masuk motorsport biasanya memicu minat menonton siaran balap dan mengikuti hasil klasemen nasional. Meski basis kegiatan Al banyak terpusat di pusat industri hiburan dan lintasan di Pulau Jawa, gema beritanya tetap relevan bagi komunitas drift dan club otomotif di Sumut yang memantau nama-nama baru di grid Indonesia.

Ke depan, konsistensi latihan, kelengkapan perangkat, serta kimia antara pebalap dan kru akan menentukan apakah target piala benar-benar terwujud. Kolaborasi yang baru dirintis menjadi salah satu batu loncatan, sementara tanggung jawab hasil tetap berada pada performa di setiap heat drifting.

Ringkasnya, Al Ghazali menempatkan Sevenspeed pada jalur yang lebih profesional: ada mitra teknis, ada alasan operasional yang jelas, dan ada bahasa target yang tegas soal podium. Publik motorsport kini menunggu apakah kejutan yang dijanjikan benar-benar datang dalam bentuk trofi.

Sumber: Sindo News.

Tag: Al Ghazali, drifting, Sevenspeed, Pro7 Autolighting, motorsport Indonesia, Ahmad Dhani, balap mobil, podium drifting