Kabar duka datang dari kawasan olahraga paling ikonik di Ibu Kota. Seorang pria meninggal GBK atau Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, setelah sebelumnya mengunggah pesan di media sosial yang menandakan niat mengakhiri hidup. Peristiwa ini segera ditangani Polsek Tanah Abang dan menjadi perhatian publik, termasuk pembaca di Medan yang mengikuti perkembangan berita nasional.
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menjelaskan, rangkaian kejadian bermula saat seorang teman korban yang sedang berada di area GBK melihat unggahan Instagram milik korban. Isi unggahan tersebut mengisyaratkan keinginan untuk mengakhiri hidup, sehingga saksi segera waspada.
Sinyal darurat dari perangkat Xiaomi memandu pencarian
Tak lama setelah membaca unggahan itu, teman korban menerima kiriman sinyal SOS melalui fitur pada jam atau perangkat Xiaomi. Sinyal tersebut memuat informasi lokasi korban di sekitar kompleks GBK. Berdasarkan data itu, saksi mencoba menelusuri titik yang tertera.
Upaya pencarian awal belum membuahkan hasil. Teman korban kemudian meminta bantuan petugas keamanan yang bertugas di Pintu 5 GBK. Petugas tersebut turut dilibatkan sebagai saksi dalam proses pencarian selanjutnya di dalam kawasan.
Korban ditemukan terlentang dekat pohon di plaza utara
Pencarian diperluas dengan melibatkan petugas keamanan lain. Salah satu petugas menyisir area GBK dan tidak lama kemudian menemukan korban dalam posisi terlentang di dekat pohon. Lokasi penemuan berada di Pintu 10 dalam plaza utara kompleks Gelora Bung Karno.
Temuan itu segera dilaporkan ke Polsek Tanah Abang. Anggota Reskrim yang datang ke lokasi memastikan kondisi korban. Tim medis yang memeriksa menyatakan tidak ada denyut nadi maupun detak jantung. Setelah itu, pihak kepolisian menghubungi unit terkait dan jenazah dibawa ke RSCM untuk penanganan lebih lanjut.
Kronologi ringkas menurut keterangan polisi
Menurut keterangan resmi yang disampaikan Rabu, 9 September 2026, alur kejadian dapat diringkas sebagai berikut. Pertama, teman korban melihat unggahan Instagram yang mengindikasikan niat mengakhiri hidup. Kedua, sinyal SOS dari perangkat Xiaomi diterima dan menunjukkan lokasi di GBK. Ketiga, pencarian dibantu petugas keamanan Pintu 5 dan rekan petugas lainnya. Keempat, korban ditemukan dekat pohon di plaza utara dekat Pintu 10. Kelima, Reskrim dan tim medis memastikan korban telah meninggal dunia sebelum jenazah dibawa ke RSCM.
- Lokasi kejadian: kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat
- Instansi yang menangani: Polsek Tanah Abang
- Petunjuk awal: unggahan media sosial dan sinyal SOS Xiaomi
- Titik penemuan: dekat pohon di Pintu 10 plaza utara
Catatan untuk pembaca di Medan dan sekitarnya
Meskipun peristiwa terjadi di Jakarta, berita pria meninggal GBK ini relevan bagi warga Medan dan Sumatera Utara yang kerap memantau isu sosial-keamanan nasional. Kompleks GBK merupakan ruang publik padat pengunjung; penemuan korban di area terbuka menegaskan pentingnya kewaspadaan teman dekat saat muncul sinyal darurat digital maupun unggahan yang mengkhawatirkan.
Polisi setempat masih mendasarkan keterangan pada kesaksian teman korban, petugas keamanan, serta hasil pemeriksaan medis di lokasi. Hingga laporan ini disusun, fokus publikasi polisi berada pada rangkaian penemuan dan penanganan jenazah, bukan pada spekulasi motif di luar data resmi yang sudah disampaikan Kapolsek Tanah Abang.
Bagi masyarakat yang menyaksikan unggahan atau menerima sinyal darurat serupa, langkah cepat menghubungi petugas di lapangan dan kepolisian setempat terbukti membantu mempersempit area pencarian. Perangkat pintar dengan fitur SOS, seperti yang digunakan dalam kasus ini, dapat menjadi penanda lokasi saat seseorang dalam kondisi kritis.
Seputar Medan akan terus mengikuti perkembangan resmi dari kepolisian terkait kasus ini tanpa menambah fakta yang belum diverifikasi. Informasi di atas merujuk pada keterangan Kapolsek Tanah Abang mengenai urutan saksi, lokasi penemuan, serta proses pemindahan jenazah ke RSCM.
Sumber: Liputan6.
