BREAKING
Indeks
Nasional

Gubernur NTT dan Bupati Sikka Kecam Aksi KKB, Desak Penuntasan Kasus ASN

Kasus penembakan ASN KKB di wilayah Papua kembali memicu reaksi keras dari pejabat daerah. Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengecam aksi kelompok bersenjata yang menewaskan pegawai negeri asal NTT, sekaligus mendesak negara bersikap tegas hingga pelaku ditangkap.

Peristiwa itu menimpa petugas Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Di antara korban terdapat warga NTT yang sedang menjalankan tugas pengabdian. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, isu ini relevan sebagai cerminan keamanan sipil di daerah rawan yang menyangkut hak warga negara Indonesia di mana pun bertugas.

Kecaman Gubernur NTT atas tragedi kemanusiaan

Melki Laka Lena menilai penembakan terhadap anak bangsa tersebut melukai rasa kemanusiaan dan kebangsaan. Ia menekankan bahwa alasan apa pun dari KKB tidak dapat membenarkan kekerasan terhadap sipil, apalagi ketika para pegawai sedang membantu masyarakat setempat.

Gubernur meminta aparat keamanan segera menangkap pelaku dan merancang langkah agar kejadian serupa tidak berulang. Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, ia menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban yang gugur dalam misi kemanusiaan di tanah Papua.

Menurut Melki, warga sipil yang datang mengabdi wajib dilindungi. Mereka tidak boleh diintimidasi, apalagi menjadi sasaran pembunuhan. Ia mendesak proses hukum digelar tuntas tanpa penundaan.

Pengabdian di wilayah rawan tanpa ragu

Kepala daerah itu juga menyoroti sikap dua anak muda asal NTT yang tetap bekerja dengan baik meski mengetahui risiko di lokasi tugas. Pilihan mengabdi di daerah rawan digambarkan sebagai bentuk pengabdian yang dijalankan dengan ikhlas, bukan sekadar rutinitas birokrasi.

Sikap tersebut, kata Melki, pantas dihargai. Negara dan aparat di lapangan diharapkan memberi payung pengamanan yang memadai bagi ASN maupun tenaga sipil lain yang ditempatkan di kawasan berisiko tinggi.

Respons Bupati Sikka dan identitas korban

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, turut mengecam keras insiden yang menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Dua di antaranya merupakan warga NTT: Wili Mbuik berusia 24 tahun asal Kabupaten Rote Ndao dan Alfonsius Albinus Mehan berusia 35 tahun asal Kabupaten Sikka. Keduanya berstatus ASN yang mengabdi di lingkungan Pemkab Jayawijaya.

Juventus menyatakan Pemerintah Kabupaten Sikka berduka dan menuntut negara bertanggung jawab menyelesaikan kasus hingga tuntas. Ia menegaskan negara tidak boleh gentar menghadapi aksi teror maupun gerakan separatis yang terus menelan korban jiwa.

  • Penuntasan hukum terhadap pelaku penembakan
  • Jaminan perlindungan bagi diaspora Sikka dan NTT di Papua
  • Pengamanan ekstra dari pemerintah daerah setempat dan pusat

Desakan perlindungan diaspora dan sikap negara

Selain menuntut keadilan, Bupati Sikka meminta jaminan keselamatan bagi warga daerahnya yang masih bekerja di wilayah konflik. Ia menilai langkah preventif sangat krusial agar pengabdian sipil tidak dibayar dengan nyawa.

Belasungkawa mendalam juga disampaikan kepada keluarga korban, baik secara pribadi maupun mewakili jajaran Pemkab Sikka. Harapan yang diutarakan sederhana: keluarga diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi duka.

Secara keseluruhan, dua kepala daerah itu menyuarakan satu nada: kekerasan terhadap ASN sipil tidak dapat ditoleransi, penegakan hukum harus tegas, dan negara wajib hadir melindungi warga yang bertugas jauh dari kampung halaman. Publik di berbagai daerah, termasuk Medan, menunggu kepastian bahwa proses hukum berjalan transparan dan efektif.

Sumber: Liputan6.

Tag: penembakan ASN, KKB Papua, Gubernur NTT, Bupati Sikka, Papua Pegunungan, keamanan sipil, Jayawijaya