BREAKING
Indeks
Nasional

Logistik Pertamina Tembus 28 Posko Swadaya Korban Gempa Reok Manggarai

Upaya pemulihan korban gempa di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, terus diperkuat lewat penyaluran bantuan Pertamina Reok yang menjangkau tidak hanya posko utama, tetapi juga posko mandiri yang didirikan warga. PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi logistik berjalan aktif agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak tidak terabaikan di titik-titik pengungsian yang tersebar.

Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, langkah ini menjadi potret tanggung jawab sosial BUMN energi yang beroperasi nasional, termasuk di wilayah Sumatera. Fokus penyaluran di NTT memperlihatkan pola kerja yang menekankan pemerataan, bukan hanya konsentrasi di posko resmi yang mudah dijangkau media dan aparat.

Jangkauan melampaui posko utama Barang Kalong dan Golo Conggo

Selain menyuplai posko utama di Barang Kalong dan Golo Conggo, tim lapangan secara aktif menyisir posko-posko swadaya di sejumlah lokasi di Kecamatan Reok. Pendekatan itu diambil karena banyak warga membangun tempat penampungan sementara secara mandiri di dekat rumah atau lahan yang dianggap relatif aman setelah guncangan.

Pola distribusi semacam ini mengurangi risiko penumpukan bantuan di satu titik sementara kelompok pengungsi di lorong-lorong desa belum tersentuh. Tim bergerak berdasarkan pemetaan lokasi posko mandiri agar paket logistik sampai ke penerima yang membutuhkan.

Pernyataan resmi soal pemerataan kebutuhan dasar

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa tujuan penyaluran adalah memastikan seluruh korban gempa di Kecamatan Reok memperoleh pemenuhan kebutuhan dasar. Ia menjelaskan tim Pertamina Peduli tidak ingin terpaku hanya pada posko utama.

Menurut Kitty dalam keterangan yang disampaikan Selasa, 25 Agustus 2026, penyisiran posko mandiri yang didirikan warga secara swadaya dilakukan agar distribusi logistik tepat sasaran. Penegasan itu menjadi acuan operasional di lapangan agar tidak ada kantong pengungsian yang luput dari pantauan.

Capaian hingga 23 Agustus dan jenis barang yang disalurkan

Data internal yang disampaikan menyebutkan, hingga Minggu, 23 Agustus 2026, bantuan telah masuk ke 28 posko mandiri di Kecamatan Reok. Angka tersebut menjadi indikator bahwa jangkauan sudah meluas ke jaringan pengungsian nonformal yang dikelola warga.

Isi bantuan mencakup bahan kebutuhan pokok berupa beras, mie instan, dan minyak goreng. Untuk keluarga dengan anak kecil, paket dilengkapi susu bayi serta pampers agar kebutuhan balita tidak tertinggal di tengah kondisi darurat.

  • Bahan pokok: beras, mie instan, minyak goreng
  • Kebutuhan balita: susu bayi dan pampers
  • Titik penyaluran: 28 posko mandiri plus posko utama

Arti penting pemerataan bagi warga terdampak di Reok

Posko mandiri biasanya muncul karena keterbatasan kapasitas posko besar atau karena warga ingin tetap dekat dengan sisa harta benda dan lahan pertanian. Tanpa kunjungan aktif, kelompok ini rentan hanya mengandalkan bantuan tetangga atau stok pribadi yang cepat habis.

Dengan menyasar 28 titik swadaya, penyaluran logistik diharapkan menekan kesenjangan akses antarwilayah di dalam kecamatan yang sama. Transparansi jenis barang juga memudahkan koordinasi dengan relawan lokal agar tidak terjadi dobel penyaluran pada komoditas yang sama di satu posko.

Ke depan, pemantauan berkala terhadap stok di posko mandiri tetap relevan selama warga belum kembali ke hunian layak. Kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan komunitas setempat menjadi penentu agar bantuan Pertamina Reok benar-benar merata dan berkelanjutan sesuai kebutuhan di lapangan. Masyarakat di luar NTT, termasuk di Medan, dapat menjadikan pola penyaluran ini sebagai rujukan kepedulian ketika mendukung aksi kemanusiaan serupa di daerah lain.

Sumber: Sindo News.

Tag: bantuan Pertamina, gempa Reok, Manggarai NTT, posko mandiri, Pertamina Patra Niaga, logistik bencana, korban gempa, CSR BUMN