Partisipasi Biro Klasifikasi Indonesia dalam INAMARINE 2026 BKI menjadi sorotan pelaku usaha pelayaran yang ingin memahami standar klasifikasi kapal terkini. Pameran yang digelar di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, pada 28–30 Juli 2026, memberi ruang bagi BKI memperkenalkan layanan maritim sekaligus bertemu langsung dengan industri. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, perkembangan ini relevan karena aktivitas pelabuhan serta armada niaga di kawasan barat Indonesia turut bergantung pada kepatuhan klasifikasi yang diakui secara nasional.
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) hadir sebagai exhibitor pada penyelenggaraan ke-14 ajang tersebut. INAMARINE mempertemukan pelaku pembangunan kapal, sektor offshore, galangan, peralatan kelautan, permesinan, dan material pendukung. Kehadiran BKI diposisikan sebagai langkah memperluas jaringan bisnis serta memetakan kebutuhan riil di lapangan.
Fokus layanan klasifikasi di booth pameran
Di lokasi pameran, BKI menampilkan informasi teknis seputar klasifikasi kapal domestik. Pengunjung dapat memperoleh gambaran tentang prosedur, lingkup layanan, dan dukungan yang ditawarkan lembaga klasifikasi milik negara ini. Pendekatan tersebut membantu pemilik kapal, operator, dan mitra galangan menilai kesesuaian layanan dengan kebutuhan operasional mereka.
Booth BKI juga dikunjungi jajaran pimpinan, termasuk Direktur Utama R. Benny Susanto serta Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi Arief Budi Permana. Kehadiran pejabat tersebut menegaskan komitmen korporasi untuk aktif di forum industri, bukan sekadar membuka stan pasif.
Kegiatan interaktif untuk pelaku industri
Selain display layanan, BKI menyiapkan agenda interaktif. Ada sesi diskusi dan networking, pelatihan singkat yang dijalankan secara digital maupun tatap muka, serta penyampaian materi teknis terkait klasifikasi. Format ini memberi kesempatan dua arah: BKI menjelaskan produk jasanya, sementara peserta menyampaikan tantangan operasional yang mereka hadapi.
Interaksi semacam itu dinilai penting karena sektor maritim bergerak cepat, baik dari sisi regulasi, teknologi kapal, maupun tuntutan keselamatan pelayaran. Forum pameran menjadi tempat ringkas untuk menyamakan persepsi tanpa harus menunggu pertemuan formal di luar agenda pameran.
Manfaat jejaring bagi pelanggan dan calon mitra
Direktur Utama BKI R. Benny Susanto menegaskan bahwa keikutsertaan di INAMARINE membuka ruang pertemuan dengan pelanggan, calon pelanggan, dan pelaku industri lainnya. Ia menekankan peluang melihat langsung perkembangan serta kebutuhan sektor maritim. Pernyataan itu menggarisbawahi fungsi pameran sebagai kanal umpan balik, bukan hanya ajang promosi satu arah.
- Pertemuan langsung dengan pemilik dan operator kapal
- Pemetaan kebutuhan teknis di galangan dan offshore
- Penjelasan layanan klasifikasi secara ringkas dan terarah
- Perluasan kontak bisnis antarpelaku rantai pasok maritim
Implikasi bagi ekosistem pelayaran daerah
Meskipun lokasi pameran berada di ibu kota, dampaknya menjangkau daerah dengan aktivitas pelabuhan padat, termasuk Medan melalui kawasan Belawan dan rute pelayaran Sumatera. Standar klasifikasi yang jelas membantu menjaga keselamatan armada, kelancaran asuransi, serta kepercayaan mitra dagang. Informasi yang diserap pelaku usaha di Jakarta dapat diteruskan ke operasional di pelabuhan daerah.
BKI sebagai lembaga klasifikasi nasional berperan menjaga mutu dan keselamatan kapal yang beroperasi di perairan Indonesia. Partisipasi di pameran berskala industri seperti INAMARINE memperkuat posisi itu di mata pelaku swasta maupun BUMN terkait. Ke depan, frekuensi dialog serupa diharapkan memperpendek jarak antara kebijakan klasifikasi dan praktik di lapangan.
Secara keseluruhan, kehadiran BKI pada INAMARINE 2026 menegaskan strategi mendekatkan layanan teknis kepada ekosistem maritim. Ajang tiga hari di JIExpo Kemayoran dimanfaatkan untuk edukasi, networking, dan pembacaan tren industri secara bersamaan. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan penguatan industri kapal nasional yang menuntut kolaborasi lintas pelaku.
Sumber: Okezone.
