Popularitas Wali Kota New York Zohran Mamdani merembes jauh melampaui ruang politik formal. Di tengah demam publik terhadap figur sosialis demokrat itu, kontes mirip Mamdani digelar di sekitar Washington Square Park, Manhattan, pada Ahad, 30 Agustus 2026, dan menarik ratusan penonton. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, fenomena ini menjadi potret bagaimana figur politik luar negeri bisa berubah jadi budaya pop lewat media sosial.
Acara yang disponsori aplikasi sosial Sonder itu menampilkan sembilan peserta. Mereka tampil dengan gaya yang merujuk langsung pada penampilan Mamdani, mulai dari setelan jas cokelat era kampanye 2025, dasi merah-hitam, jas biru tua atau hitam, sepatu formal, hingga cincin perak. Satu peserta bahkan hanya mengenakan celemek tanpa baju atas, meniru video musik rap Mamdani tahun 2019 saat masih memakai persona Mr. Cardamom.
Pemenang Favorit Penonton dari Manhattan
Amadeo Fusca, aktor sekaligus komedian berusia 40 tahun yang berbasis di Manhattan, keluar sebagai juara. Ia menjadi favorit penonton berkat penampilan yang dinilai paling dekat dengan sosok wali kota. Fusca mengenakan jersey New York Knicks di balik setelan jas, dilengkapi potongan rambut dan rambut wajah yang disesuaikan agar menyerupai Mamdani.
Menurut pengakuannya, ia datang dengan persiapan yang terbilang sederhana. Fusca mengatakan hanya memakai pakaian sehari-hari, mandi, mencium istrinya, lalu berangkat ke taman untuk berkumpul bersama warga. Meski begitu, kostum ala Mamdani membuatnya berkeringat deras di bawah cuaca setempat.
Dari Candaan Teman ke Panggung Impersonasi
Kemenangan Fusca tidak lahir tiba-tiba. Sebelum kontes, ia sudah beberapa kali menirukan Mamdani di media sosial dan panggung komedi. Teman-temannya kerap mengirim foto wali kota karena menilai wajah keduanya mirip, hingga Fusca merasa situasi itu “sempurna” untuk digarap sebagai materi hiburan.
Ia kemudian meminta tukang cukurnya meniru gaya rambut Mamdani dan mulai menikmati peran tersebut. Impersonasinya sempat mendapat sambutan meriah saat dibawakan di acara nonton bersama New York Knicks. Hadiah kontes yang ia terima sebesar 100 dolar AS, atau sekitar Rp1,77 juta.
Format Sederhana dan Antusiasme Anak Muda
Format lomba dibuat sangat ringan. Setiap peserta hanya menjawab satu pertanyaan tentang pizza favorit mereka. Pemenang ditentukan dari tepuk tangan paling riuh dari penonton di lokasi. Pendekatan itu membuat suasana lebih cair dan mudah diikuti warga yang datang sekadar ingin melihat “duplikat” wali kota mereka.
Mamdani mulai menjabat pada Januari 2026 dan memiliki basis pengikut besar di media sosial, terutama di kalangan anak muda. Kontes di Washington Square Park memperlihatkan bahwa daya tariknya sudah meluas ke ranah budaya sehari-hari, bukan sekadar agenda politik lokal New York.
Mengapa Peristiwa Ini Menarik Disimak dari Medan
Bagi audiens Seputar Medan, berita kontes mirip Mamdani menandai pola baru konsumsi isu global. Warga kota besar di Indonesia, termasuk Medan, terbiasa mengikuti figur politik internasional lewat unggahan singkat, meme, dan video pendek. Ketika kemiripan wajah diubah menjadi kompetisi publik, batas antara politik, hiburan, dan media sosial semakin tipis.
Meski berlangsung di Manhattan, pola yang sama bisa terbaca di banyak kota: figur pejabat yang aktif di ruang digital cepat menjadi bahan parodi, impersonasi, hingga konten komunitas. Peristiwa 30 Agustus 2026 itu, dengan sembilan peserta dan ratusan penonton, menjadi contoh konkret bagaimana popularitas seorang wali kota bisa dirayakan secara informal di ruang terbuka.
Dengan kemenangan Fusca dan hadiah simbolis 100 dolar AS, kontes tersebut menutup hari sebagai hiburan publik yang ringan namun sarat tanda zaman. Mamdani tidak hanya hadir sebagai pejabat kota, melainkan juga sebagai ikon visual yang dikenali, ditiru, dan diperbincangkan di luar balai kota.
Sumber: Republika.
