Shalat istisqa Jakarta menjadi sorotan saat ratusan murid dan umat Islam berkumpul di halaman Masjid Al Azhar, Jakarta, pada Selasa, 1 September 2026. Ritual sunnah itu digelar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang dirasakan sejumlah wilayah Indonesia, termasuk perhatian pembaca di Medan dan Sumatera Utara yang kerap memantau dampak musim kering nasional.
Kegiatan ini diinisiasi Sekolah Al Azhar dan diikuti jemaah dari berbagai kalangan. Suasana khidmat terasa sejak pagi, ketika peserta memenuhi area halaman masjid untuk menunaikan salat serta memanjatkan doa bersama.
Kehadiran Jusuf Kalla dan inisiatif sekolah
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, turut hadir dalam pelaksanaan shalat istisqa tersebut. Kehadirannya menegaskan dukungan tokoh nasional terhadap upaya spiritual warga menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.
Sekolah Al Azhar mengambil peran sebagai penggerak utama. Para murid dilibatkan secara langsung agar memahami makna salat sunnah ini, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan air masyarakat.
Makna shalat istisqa di musim kemarau
Shalat istisqa merupakan salat sunnah yang dikerjakan umat Islam ketika hujan sangat dibutuhkan. Di Masjid Al Azhar, doa tidak hanya dipanjatkan agar hujan segera turun, tetapi juga agar kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan segera berakhir.
Kemarau panjang sering memicu kesulitan air bersih, gangguan pertanian, dan risiko kabut asap di berbagai daerah. Momentum doa bersama ini menjadi pengingat bahwa respons terhadap bencana kekeringan bersifat kolektif, menyentuh aspek ibadah, sosial, dan kewaspadaan warga.
Suasana di halaman Masjid Al Azhar
Ratusan peserta memenuhi halaman masjid dengan tertib. Setelah salat, rangkaian doa dipimpin dalam suasana tenang. Banyak peserta yang merupakan siswa, sehingga kegiatan sekaligus berfungsi sebagai edukasi praktik ibadah terkait musim kering.
Warga yang hadir terlihat khusyuk mengikuti setiap tahapan. Momen tersebut memperlihatkan partisipasi lintas usia, dari pelajar hingga tokoh masyarakat, dalam satu tujuan memohon rahmat hujan.
- Lokasi: halaman Masjid Al Azhar, Jakarta
- Waktu: Selasa, 1 September 2026
- Inisiator: Sekolah Al Azhar
- Tokoh hadir: Jusuf Kalla
Relevansi bagi pembaca di Medan dan Sumut
Meskipun pusat kegiatan berada di Jakarta, isu kemarau dan risiko karhutla bersifat nasional. Pembaca Seputar Medan umumnya memantau pola musim kering, ketersediaan air, dan potensi asap lintas wilayah Sumatera. Informasi shalat istisqa ini memberi gambaran ikhtiar warga ibu kota yang sejalan dengan keprihatinan serupa di daerah lain.
Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya menggabungkan doa, edukasi sekolah, dan kewaspadaan publik. Pemerintah daerah dan masyarakat di berbagai kota, termasuk Medan, tetap perlu menjaga antisipasi mandiri terhadap dampak musim kering tanpa menunggu hujan semata.
Sebagai penutup, pelaksanaan shalat istisqa di Al Azhar menegaskan bahwa upaya memohon hujan digelar secara terbuka, melibatkan murid, umat, dan tokoh nasional. Doa agar kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan segera berakhir menjadi harapan bersama yang relevan dipantau warga di seluruh tanah air.
Sumber: Liputan6.
