BREAKING
Indeks
Ekonomi

Sinergi Keuangan Syariah Bank BSN–Pesantren Bahrul Ulum Perluas Manfaat Umat

Penguatan ekosistem ekonomi syariah di lingkungan pesantren kembali mendapat dorongan lewat kerja sama PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara yang mengikuti perkembangan perbankan syariah nasional, langkah ini menandai upaya mempertemukan jejaring santri, alumni, wali santri, dan pelaku usaha sekitar pondok dengan layanan keuangan yang sesuai prinsip syariah.

Pesantren selama ini tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Aktivitas ekonomi di dalamnya—mulai dari unit usaha internal hingga sirkulasi dana masyarakat sekitar—membuka ruang bagi akses perbankan yang terintegrasi. Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menegaskan bahwa pertemuan di Jombang dimaknai sebagai silaturahmi sekaligus awal ikhtiar bersama, bukan sekadar agenda formal kelembagaan.

Pesantren sebagai simpul jejaring ekonomi umat

Alex Sofjan Noor menilai pesantren memiliki jaringan ekonomi yang luas sehingga layak menjadi salah satu titik penggerak pengembangan keuangan syariah. Menurutnya, bank syariah perlu hadir membawa keberkahan dan kebermanfaatan, tidak terbatas pada fungsi menabung atau menyalurkan pembiayaan semata.

Potensi itu, kata dia, akan lebih optimal bila terhubung dengan produk dan layanan yang relevan bagi kebutuhan pondok serta warga di sekitarnya. Pesantren diposisikan bukan hanya sebagai pengguna jasa, melainkan juga pusat literasi dan penggerak ekonomi umat. Jika potensi tersebut tumbuh seiring ekosistem keuangan yang sehat, manfaatnya diharapkan merambah lebih luas, termasuk bagi daerah-daerah yang memiliki konsentrasi komunitas santri dan alumni.

Cakupan layanan: dari pembiayaan hingga QRIS

Ruang lingkup kerja sama mencakup penempatan dana, fasilitas pembiayaan, payroll, virtual account, Cash Management System (CMS), serta transaksi melalui QRIS. Dengan kombinasi itu, pengelolaan keuangan internal pesantren diharapkan lebih terpadu, sementara kebutuhan transaksi dan pembiayaan masyarakat sekitar dapat dilayani dalam satu ekosistem yang sama.

Program literasi dan edukasi ekonomi syariah bagi lingkungan pondok turut menjadi bagian sinergi. Pendekatan ini bertujuan memperkuat pemahaman praktis tentang instrumen keuangan halal di kalangan santri, pengurus, dan mitra usaha lokal, sehingga adopsi layanan tidak berhenti pada aspek teknis saja.

Kinerja Bank BSN setelah setahun transformasi

Kolaborasi berlangsung bertepatan dengan satu tahun Bank BSN beroperasi pasca-transformasi dari BTN Syariah, yang telah menjalankan kegiatan usaha sejak 2005. Hingga akhir Juli 2026, total aset bank tercatat sekitar Rp81,1 triliun. Pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp62 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) berada di level Rp64,1 triliun.

Kinerja tersebut menopang laba bersih sekitar Rp643,6 miliar pada periode yang sama. Angka-angka resmi ini menjadi konteks bahwa perluasan kemitraan dengan institusi pesantren didukung fondasi permodalan dan penyaluran dana yang sudah berjalan.

  • Aset sekitar Rp81,1 triliun (akhir Juli 2026)
  • Pembiayaan Rp62 triliun
  • DPK Rp64,1 triliun
  • Laba bersih sekitar Rp643,6 miliar

Kanal digital Bale Syariah dukung transaksi harian

Di tengah perluasan ekosistem, Bank BSN mengandalkan kanal digital, antara lain aplikasi Bale Syariah yang telah digunakan lebih dari 225 ribu pengguna aktif. Platform tersebut melayani transfer, pembayaran tagihan, QRIS, zakat, infak, sedekah, hingga top-up Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter.

Integrasi perbankan, pembiayaan, dan layanan digital dinilai berpotensi memperbesar dampak kerja sama dengan pesantren. Pengembangan ekosistem serupa juga diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar pondok, khususnya di Jawa Timur dan wilayah sekitarnya, serta memberi referensi model bagi komunitas pesantren di daerah lain yang menaruh perhatian pada keuangan syariah.

Bagi publik Medan yang memantau tren bank syariah nasional, kemitraan Bank BSN–Ponpes Bahrul Ulum menjadi contoh bagaimana lembaga keuangan dan pendidikan Islam saling menopang literasi, transaksi, dan pembiayaan dalam satu rangkaian layanan. Keberlanjutan manfaat akan bergantung pada pemanfaatan nyata fasilitas yang disepakati serta edukasi yang terus berjalan di lingkungan santri dan mitra usaha.

Sumber: Republika.

Tag: Bank BSN, ekonomi syariah, pesantren Jombang, keuangan syariah, Bale Syariah, literasi syariah, pembiayaan syariah, Ponpes Bahrul Ulum